Sabtu, 29 Maret 2014

9.Cara Pencegahan DBD

9. Cara Pencegahan DBD


Cara pencegahan dilakukan dengan :

1. Pemberantasan
Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan cara; Menguras, menutup, mengubur barang bekas yang dapat menjadi tempat perindukan nyamuk.

2. Fogging atau pengasapan
Foging dilaksanakan pada kasus-kasus dengan PE positif, 2 penderita positif atau lebih, ditemukan 3 penderita demam dalam radius 100 m dari tempat tinggal penderita DBD Positif atau ada 1 penderita DBD meninggal

3. Abatisasi
Yaitu dengan menaburkan bubuk abate ke dalam bak mandi atau tempat penampungan air.

4. Sistem kewaspadaan dini
Laporan penderita penyakit dari rumah sakit dikirim ke Puskesmas di wilayah penderita untuk dilakukan penyelidikan epidemiologi.

Pengobatan terhadap penyakit ini terutama ditujukan untuk mengatasi perdarahan, mencegah/mengatasi keadaan syok/presyok dengan mengusahakan agar penderita banyak minum, bila perlu dilakukan pemberian cairan melalui infus. Demam diusahakan diturunkan dengan kompres dingin atau antipiretika.

10.Cara Penularan Demam Berdarah

10. Cara Penularan Demam Berdarah


Penyakit Demam Berdarah ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti yang mengandung virus Dengue.

Ciri-ciri nyamuk Aedes aegypti:
  • Berwarna hitam dan belang- belang ( loreng) putih pada seluruh tubuh
  • Berkembangbiak di tempat penampungan air ( TPA) dan barang-barang yang memungkinkan air tergenang seperti: Bak mandi, tempayan, drum, vas bunga, ban bekas, dll.
  • Nyamuk aedes Aegypti tidak dapat berkembang biak di selokan /got atau kolam yang airnya langsung berhubungan dengan tanah
  • Biasanya menggigit manusia pada pagi atau sore hari
  • Mampu terbang sampai 100 meter

Bila masyarakat menjumpai anggota keluarga atau tetangga di lingkungan dengan gejala yang menunjukkan adanya DBD, segera dibawa ke Puskesmas untuk pemeriksaan trombosit.

11.Pertolongan Pertama Penderita Demam Berdarah

11. Pertolongan Pertama Penderita Demam Berdarah


Dr Rita menjelaskan dalam menangani kasus demam berdarah hanya perlu bermain dengan cairan, saat terjadi kebocoran harus banyak minum, tapi saat kebocorannya sudah selesai maka dalam waktu 2×24 jam asupan cairan harus dikurangi.

Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai bentuk pertolongan pertama terhadap penderita demam berdarah yaitu:
  1. Memberikan minum sebanyak mungkin.
  2. Kompres agar panasnya turun.
  3. Memberikan obat penurun panas.
  4. Jika dalam waktu 3 hari demam tidak turun atau malah naik segera bawa ke rumah sakit atau puskesmas.
  5. Jika tidak bisa minum atau muntah terus menerus, kondiai bertambah parah, kesadaran menurun atau hilang maka harus dirawat di rumah sakit.

12.Gejala Demam Berdarah Dengue

12. Gejala Demam Berdarah Dengue


1. Mendadak panas tinggi selama 2 - 7 hari, tampak lemah lesu suhu badan antara 38ºC sampai 40ºC atau lebih.

2. Tampak binti-bintik merah pada kulit dan jika kulit direnggangkan bintik merah itu tidak hilang.

3. Kadang-kadang perdarahan di hidung ( mimisan).

4. Mungkin terjadi muntah darah atau berak darah

5. Tes Torniquet positif

6. Adanya perdarahan yang petekia, akimosis atau purpura

7. Kadang-kadang nyeri ulu hati, karena terjadi perdarahan di lumbung

8. Bila sudah parah, penderita gelisah, ujung tangan dan kaki dingin Berkeringat Perdarahan selaput lendir mukosa, alat cerna gastrointestinal, tempat suntikan atau ditempat lainnya

9. Hematemesis atau melena

10. Trombositopenia ( =100.000 per mm3)

11. Pembesaran plasma yang erathubungannya dengan kenaikan permeabilitas dinding pembuluh darah, yang ditandai dengan munculnya satu atau lebih dari:
  • Kenaikan nilai 20% hematokrit atau lebih tergantung umur dan jenis kelamin
  • Menurunnya nilai hematokrit dari nilai dasar 20 % atau lebih sesudah pengobatan
  • Tanda-tanda pembesaran plasma yaitu efusi pleura, asites, hipo -proteinaemia

Kamis, 27 Maret 2014

13.MASA INKUBASI /MASA PENULARAN

13  MASA INKUBASI /MASA PENULARAN
a.       Masa Inkubasi
Masa inkubasi selama 3 - 15 hari sejak seseorang terserang virus dengue, Selanjutnya penderita akan menampakkan berbagai tanda dan gejala demam berdarah  sebagai berikut:
Ø  Demam tinggi yang mendadak 2 – 7 hari ( 38 – 40 derajat Celsius ).
Ø  Pada pemeriksaan uji tomiquet, tampak adanya jentik (pupura) perdarah.
Ø  Adanya perdarahan dikelopak mata bagian dalam (konjungtiva), mimisan (Epitaksis), buang air besar dengan kotoran (Peaces) berupa lender bercampur darah (melena) dan lain – lainnya.
Ø  Terjadi pembesaran hati (Hepatomegali).
Ø  Tekanan darah menurun sehingga menyebabkan syok.
Ø  Pada pemeriksaan laboratorium (darah) hari 3 – 7 terjadi penurunan trombosit dibawah 100.000/mm3 (Trombositopeni), terjadi peningkatan nilai hematokrit diatas 20% dari nilai normal (Hemokonsentrasi).
Ø  Timbulnya beberapa gejala klinik yang menyertai seperti mual, muntah, penurunan nafsu makan (Anoreksia), sakit perut, diare, menggigil, kejang dan sakit kepala.
Ø  Mengalami pendarahan pada hidung (mimisan) dan gusi.
Ø  Demam yang dirasakan penderita menyebabkan keluhan pegal/sakit pada persendian.
Ø  Munculnya bintik – bintik merah pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah.
Ø  Rasa sakit pada persendian.
b.      Masa Penularan ke Manusia
Orang yang terinfeksi DBD, yang masih dalam periode 3-7 hari setelah demam, kemudian digigit oleh nyamuk Aedes betina, lalu nyamuk itu menyebarkan virus DBD di dalam tubuhnya.


4.   FASE PENYAKIT DBD
a.      Fase Demam Tinggi.
Terjadi pada hari 1 - 3.Ditandai dengan demam yang mendadak tinggi disertai sakit kepala, badan terasa ngilu dan nyeri, mual. Seringkali disertai dengan bintik merah di kulit yang tidak hilang saat kulit diregangkan.Tanda ini adalah tanda umum yang mudah diketahui oleh orang-orang yang awam dalam bisang kesehatan.Dengan mengetahui tanda ini, berarti tingkat kewaspadaan kita perlu ditingkatkan.
b.      Fase Kritis.
Fase ini terjadi pada hari ke 4-5.Fase ini ditandai dengan demam yang mulai menurun disertai dengan penurunan kadar trombosit dalam darah dan fase ini seringkali mengecohkan karena seolah-olah demamnya turun dan penyakitnya sembuh.Namun inilah yang disebut FASE KRITIS dan kemungkinan terjadinya "dengue Shock Sindrome".Pada fase ini dapat terjadi pendarahan hidung, mulut, kulit pucat dan dingin, serta terjadi penurunan kesadaran.Hal inilah yang terjadi dengan tetangga saya yang akhirnya tidak tertolong.
c.       Fase Penyembuhan.
Fase ini terjadi pada hari ke 6-7.Dalam fase ini keadaan umum dari penderita mulai membaik.Dan pada saat ini alangkah baiknya bila penderita diberikan gizi yang baik untuk meningkatkan keadaannya serta juga meningkat kadar daripada trombositnya

Rabu, 26 Maret 2014

14.ETIOLOGI DAN SIFAT PENYAKIT DBD

14 .  ETIOLOGI DAN SIFAT PENYAKIT DBD
DBD disebabkan oleh Gigitan nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue (sejenis arbovirus), yang  merupakan virus dari genus Flavivirus, yang memiliki beberapa jenis yaitu DEN-1 sampai DEN-4, dan di Indonesia palng banyak adalah virus DEN-3. Infeksi virus dengue ini dapat terjadi reaksi silang dengan virus lain seperti virus yellow fever, japanese enchepalitis dan west nile virus, yang akan memperberat gejala dari infeksi virus ini sendiri. 
Etiologi Penyakit DBD :
a.       Virus dengue
Virus dengue yang menjadi penyebab penyakit ini termasuk ke dalam Arbovirus (Arthropodborn virus) group B, tetapi dari empat tipe yaitu virus dengue tipe 1,2,3 dan 4. Keempat tipe virus dengue tersebut terdapat di Indonesia dan dapat dibedakan satu dari yang lainnya secara serologis.
b.      Vektor
Virus dengue serotipe 1, 2, 3, dan 4 yang ditularkan melalui vektor yaitu nyamuk aedes aegypti, nyamuk aedes alboptictus, aedes polynesiensis dan beberapa spesies lain merupakan vektor yang kurang berperan.
Nyamuk Aedes berkembang biak pada genangan Air bersih yang terdapat bejana – bejana yang terdapat di dalam rumah (Aedes Aegypti) maupun yang terdapat di luar rumah di lubang – lubang pohon di dalam potongan bambu, dilipatan daun dan genangan air bersih alami lainnya ( Aedes Albopictus). Nyamuk betina lebih menyukai menghisap darah korbannya pada siang hari terutama pada waktu pagi hari dan senja hari.
c.       Host
Jika seseorang mendapat infeksi dengue untuk pertama kalinya maka ia akan mendapatkan imunisasi yang spesifik tetapi tidak sempurna, sehingga ia masih mungkin untuk terinfeksi virus dengue yang sama tipenya maupun virus dengue tipe lainnya. Dengue Haemoragic Fever (DHF) akan terjadi jika seseorang yang pernah mendapatkan infeksi virus dengue tipe tertentu mendapatkan infeksi ulangan untuk kedua kalinya atau lebih dan dapat pula terjadi pada bayi yang mendapat infeksi virus dengue untuk pertama kalinya jika ia telah mendapat imunitas terhadap dengue dari ibunya melalui plasenta

15.IDENTIFIKASI DEMAM BERDARAH

15. IDENTIFIKASI PENYAKIT DEMAM BERDARAH

Demam dengue / Dengue fever / DF dan demam berdarah dengue / DBD / dengue haemorrhagic fever / DHF, adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dengan manifestasi klinis demam, nyeri otot, dan atau nyeri sendi yang disertai penurunan dari sel darah putih, adanya bercak kemerahan  di kulit, pembesaran kelenjar getah bening, penurunan jumlah trombosit dan kondisi terberat adalah perdarahan dari hampir seluruh jaringan tubuh. 
Pemeriksaan rutin dapat dilakukan berupa pemeriksaan  laboratorium dengan pemeriksaan : haemoglobin, haematokrit, leukosit, dan trombosit. Pemeriksaan antibodi yang lebih spesifik adalah IgG dan IgM dengue. 
a.       Trombosit : umumnya terdapat penurunan pada hari ke 3 – 8. Angka trombosit kurang dari 100.000 merupakan indikasi untuk perawatan.
b.      Hematokrit : kebocoran plasma menyebabkan pengentalan dari darah, ditentukan dengan peningkatan kadar hematokrit yaitu > 20% yang biasanya terjadi pada hari ke 3. 
c.       Faktor pembekuan darah (PT, aPTT) :  akan meningkat apabila di curigai sudah terjadi fase perdarahan. 
d.      Ureum/kreatinin : merupakan pemeriksaan fungsi ginjal, dapat terjadi peningkatan akibat perdarahan yang hebat tanpa terapi yang adekuat. 
e.       Elektrolit : melihat kekurangan cairan dalam tubuh akibat demam yang berkepanjangan dan asupan cairan yang kurang.
f.       Golongan darah : apabila diperlukan tambahan darah akibat pendarahan yang cukup banyak.
g.       IgM : terdeteik setelah hari ke 3 – 5, meningkat sampai minggu ke-3 dan menghilang setelah hari ke 60-90. 
h.      IgG : pada infeksi primer terdeteksi pada hari ke 14, sedangkan infeksi sekunder terdeteksi pada hari ke 2.
Untuk tau bagaimana cara menceah penyakit DBD maka kita terlebih dahulu mengetahui agent nya . Adapun agent penyakit DBD Ciri – ciri nyamuk penyebar penyakit yaitu :
a.       Warna hitam dan bercak putih pada badan dan kaki
b.      Hidup dan berkembang biak didalam rumah dan sekitarnya ( bak mandi, tempayan, drum, kaleng, ban bekas, pot tanaman air dll.
c.       Hinggap pada pakaian yang bergantung, kelambu dan ditempat yang gelap dan lembab
d.      Menggigit disiang hari
e.       Kemamapuan terbang kira – kira 100 meter